Bagi beberapa orang, bertransaksi saham bisa menjadikan kecanduan, mirip seperti kecanduan dalam judi. Apalagi kalau orang tersebut sedang rugi, ia bisa sangat bernafsu untuk menutup kerugian tersebut.
Mirip dengan kecanduan pada judi, orang yang kecanduan untuk bertransaksi dipasar saham biasanya tidak mendapatkan keuntungan. Paling bagus ia cuma berhasil impas, yang malah makin membuat orang tersebut bernafsu bertransaksi lagi. Seorang yang memiliki strategi yang cukup baik dalam bertransaksi saham, namun apabila kecanduan bertransaksi tanpa strategi, cuma mengandalkan hoki saja. Nalarnya sudah hilang dan berganti dengan emosi dan nafsu.
Mirip dengan kecanduan pada judi, orang yang kecanduan untuk bertransaksi dipasar saham biasanya tidak mendapatkan keuntungan. Paling bagus ia cuma berhasil impas, yang malah makin membuat orang tersebut bernafsu bertransaksi lagi. Seorang yang memiliki strategi yang cukup baik dalam bertransaksi saham, namun apabila kecanduan bertransaksi tanpa strategi, cuma mengandalkan hoki saja. Nalarnya sudah hilang dan berganti dengan emosi dan nafsu.
Overtrading sekarang menjadi sulit untuk dikontrol, apalagi dengan adanya sistem yang memudahkan investor untuk bertransaksi kapan saja, dimana saja. Sekarang investor bisa bertransaksi lewat telepon, internet, bahkan telepon selular. Kemudahan ini menjadikan investor cenderung lebih sering melakukan transaksi. Sistem yang awalnya digunakan untuk memudahkan Anda bertransaksi, bila tidak digunakan dengan bijak malah bisa membuat Anda menjadi kecanduan bertransaksi.
Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga agar Anda tidak kecanduan melakukan transaksi :
- Gunakan perencanaan trading dan patuhi rencana trading yang Anda tetapkan.
- Telaah secara reguler kegiatan transaksi Anda. Catatan atau laporan bulanan dari sekuritas dapat Anda analisa untuk melihat apakah Anda terlalu banyak melakukan transaksi atau tidak. Jika ada banyak transaksi dan sebagian besar merugi kemungkinan Anda overtrading.
- Cari profit. Jika tidak ada transaksi saham Anda yang menghasilkan keuntungan, sebaiknya Anda berhenti dahulu, baik menjual atau membeli saham, kemudian merencanakan ulang strategi Anda. Saat Anda berhenti sementara bukan tidak mungkin trend berbalik arah dan malah sekarang saham Anda mendatangkan keuntungan.
- Mengurangi kontak dengan dunia investasi. Misalnya melarang pialang saham Anda untuk memberi rekomendasi atau informasi. Seringkali para sales di sekuritas memprovokasi nasabahnya untuk bertransaksi, karena memang perusahaan sekuritas hidup dari komisi transaksi. Kemudian Anda juga bisa mengurangi langganan koran bisnis Anda. Kalau misalnya Anda berlangganan dua-tiga koran, sekarang cukup satu saja. Kalau Anda kecanduan informasi tentang bursa saham, biasanya Anda juga kecanduan bertransaksi.

Mau Belajar Maen Saham?
Simulasi aja disini www.itradeindonesia.com/education.php
Bisa Login menggunakan account email atau menggunakan Account Facebook.
Dan Anda bisa langsung belajar simulasi main saham dengan modal Rp. 100.000.000,- ( Seratus Juta rupiah).
Simulasi indosuryatrade
Posted by: Intan Destika | 19 April 2010 at 02:53 PM