Saat harga saham komoditas
melonjak di tahun 2007, banyak investor keasyikan melihat portofolionya
membengkak dan lupa mengklik tombol Save (
maksudnya melakukan profit taking ).
Setelah di tahun 2008 harga saham komoditas anjlok, mereka baru gregetan,
kenapa dulu tidak profit taking.
Seringkali investor membeli saham, eh malah harganya turun. Saat kita baru saja menjual saham, eh harganya malah melonjak tinggi tidak karuan. Kemudian,
disaat kita memilih menahan
saham, harganya malah anjlok tidak terkira. Semua hal tersebut bisa menyebabkan
kita menyesal, gondok, gregetan.
Perasaan menyesal berlebihan
bisa menggiring Anda untuk dendam terhadap pasar, dan ini yang harus dihindari.
Yang banyak terjadi adalah investor segera membuka posisi beli lagi agar bisa
segera menutupi kerugian yang terjadi. Hal ini malah bisa menyebabkan semua
rencana-rencananya berantakan. Terlalu banyak trading dengan emosi tinggi
selalu menjerumuskan investor pada kerugian yang lebih besar.
Jika Anda rugi atau
ketinggalan kereta membeli saham yang Anda incar karena harganya sudah keburu
naik, relakan saja. Tidak perlu dikejar....Selama BEI masih buka, masih ada
kesempatan lain untuk mencari keuntungan. Anda juga masih bisa melirik
saham-saham lain juga bisa memberikan keuntungan bagi Anda.
Bagaimana seharusnya kita
bersikap terhadap kerugian yang kita alami akibat salah melakukan keputusan
investasi? Anggap saja Anda sedang belajar. Memang menyakitkan. Namun, dari hal
yang menyakitkan, Anda akan selalu ingat. Anggap saja Anda sedang belajar
dengan biaya yang cukup besar dari guru yang selalu benar. Guru itu bernama
PASAR.

Recent Comments